Dalam hidup ini tidak selalu berjalan mulus, namun banyak juga halangan dan rintangan yang mlintas. Baik masalah dalam dunia bisnis, asmara, kepribadian, dan lain-lain. Dalam menghadapi masalah ini kita harus mempunyai benteng atau iman yang kuat. Apabila tidak, masalah-masalah tersebut dapat memicu diri kita menjadi setress. Dalam hal ini, setress yang dimaksud bukan hanya kelainan jiwa, tapi juga kiuta dapat melakukan perbuatan yang seharusnya tidak kita lakukan. Salah satu contohnya yaitu apabila seorang anak menghadapi masalah dalam keluarganya atau sering kita sebut Broken Home anak ini menjadi frustasi, dan menjadi anak yang rtidak wajar. Banyak anak-anak yang menjadi korban Broken Home melakukan hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan, seperti mengkonsumsi narkoba, terjerumus dalam pergaulan bebas, melakukan tindak kriminal, dan l;ain sebagainya.
Salah satu kunci untuk menghadapi masalah itu yaitu dengan kesabaran. Sabar disini bukan berarti kita hanya menggantungkan nasib dalam masalh tersebut tapi kita juga harus berusaha untuk keluar dari masalah tersebut. Namun apabila kita sudah dibentengi dengan kesabaran secara otomatis kita dapat mengantisipasi diri kita sendiri agar tidak terjerumus dalam masalah.
Seringkali kita dengar orang berkata bahwa "sabar itu ada batasnya" namun persepsi tersebut kita harus buang jauh-jauh karena hal tersebut membuat kita gampang menyerah dalam menghadapi masalah. Yang harus kita terapkan dalam hidup yaitu bahwa "sabar itu tidak terbatas"mhal ini perlu diterapkan agar dalam menjalani hidup kita harus sabar dan tawakal. Sesungguhnya allah telah berfirman " Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya".
berikut akan ditunjukan cara- cara dalam menghadapi masalah:
· 1.
BerIMAN bahwa hidup di DUNIA adalah SEMENTARA, bukan sebenarnya keHIDUPan dan
AKHIRAT itulah keHIDUPan yang sebenarnya dan KEKAL.
Sehingga
kita akan berSABAR untuk menjalani keHIDUPan yang SEMENTARA dan menanti
keHIDUPan yang KEKAL ABADI.
“Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan DUNIA itu hanyalah perMAINan dan suatu yang meLALAIkan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan DUNIA ini tidak lain hanyalah keSENANGan yang MENIPU ?” (QS Al-Hadiid: 20)
“Allah bertanya, ‘Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?' Mereka menjawab, ‘Kami tinggal (di bumi) SEHARI atau ½ HARI, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.' Allah berfirman, ‘Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan SEBENTAR saja, kalau kamu mengetahui dengan sesungguhnya.' Maka apakah kamu mengira bahwa sesungguhnya Kami menCIPTAkan kamu secara MAIN-MAIN (saja), dan bahwa kamu tidak akan diKEMBALIkan kepada Kami?” (QS Al-Mu'minuun: 112-115)
“Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan DUNIA itu hanyalah perMAINan dan suatu yang meLALAIkan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan DUNIA ini tidak lain hanyalah keSENANGan yang MENIPU ?” (QS Al-Hadiid: 20)
“Allah bertanya, ‘Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?' Mereka menjawab, ‘Kami tinggal (di bumi) SEHARI atau ½ HARI, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.' Allah berfirman, ‘Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan SEBENTAR saja, kalau kamu mengetahui dengan sesungguhnya.' Maka apakah kamu mengira bahwa sesungguhnya Kami menCIPTAkan kamu secara MAIN-MAIN (saja), dan bahwa kamu tidak akan diKEMBALIkan kepada Kami?” (QS Al-Mu'minuun: 112-115)
· 2.
BerIMAN bahwa hidup di DUNIA adalah TEMPAT UJIAN (dengan keBURUKan dan
keBAIKan ) dan
akan diMINTA perTANGGUNGJAWABannya (kewajiban) masing-masing.
Sehingga
kita akan SIAP hidup susah (yang tidak sesuai dengan keinginan ) dengan penuh
pengorbanan, kita akan IKHLAS (karena Allah bukan karena orang yang
kita BENCI) tetap bisa TERSENYUM dan berbuat BAIK kepada orang yang
menZHALIMi kita. Kita akan bisa mempunyai kePRIBADIan seperti para Nabi dan
Rasul.
”Dialah yang menJADIkan MATI dan HIDUP, supaya Dia mengUJI kamu, siapa di antara kamu yang LEBIH BAIK amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS Al Mulk : 2)
"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan mengUJI kamu dengan keBURUKan dan keBAIKan sebagai COBAAN (yang sebenar-benarnya) dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan." (Qs. al-Anbiya': 35).
"Tidak ada sesuatu yang dapat memperberat timbangan (kebaikan) seorang mukmin pada hari Kiamat selain kebaikan akhlaknya". (HR. Tirmidzi)
”Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung. ” (QS Al Qalam : 4)
”Dialah yang menJADIkan MATI dan HIDUP, supaya Dia mengUJI kamu, siapa di antara kamu yang LEBIH BAIK amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS Al Mulk : 2)
"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan mengUJI kamu dengan keBURUKan dan keBAIKan sebagai COBAAN (yang sebenar-benarnya) dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan." (Qs. al-Anbiya': 35).
"Tidak ada sesuatu yang dapat memperberat timbangan (kebaikan) seorang mukmin pada hari Kiamat selain kebaikan akhlaknya". (HR. Tirmidzi)
”Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung. ” (QS Al Qalam : 4)
· 3. BerIMAN
bahwa semua yang terjadi telah TERTULIS dalam KITAB di LAUH
MAHFUZH.
”Tiada
suatu BENCANA pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri
melainkan telah TERTULIS dalam kitab (Lauhul-Mahfuzh) SEBELUM Kami
menCIPTAkannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah MUDAH bagi Allah. (Kami
jelaskan yang demikian itu) supaya kamu JANGAN berDUKA cita terhadap apa yang
LUPUT dari kamu, dan supaya kamu JANGAN TERLALU GEMBIRA terhadap apa yang
diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah TIDAK MENYUKAI setiap orang yang SOMBONG lagi
memBANGGAkan diri,” (QS Al-Hadiid: 22-23)
· 4.
BerIMAN bahwa UJIAN adalah untuk mengetahui keBENARan IMAN kita.
”Apakah
manusia itu mengira bahwa mereka diBIARkan (saja) mengatakan: "Kami telah
berIMAN", sedang mereka tidak diUJI lagi? Dan sesungguhnya Kami telah mengUJI
orang-orang yang SEBELUM mereka, maka sesungguhnya Allah mengeTAHUi orang-orang
yang BENAR dan sesungguhnya Dia mengeTAHUi orang-orang yang
DUSTA.” (QS Al
’Ankabut : 2-3)
· 5.
BerIMAN bahwa disamping MUSIBAH COBAAN yang ada, jauh lebih BANYAK NIKMAT yang
Allah berikan, dan kita WAJIB berSYUKUR dan berTAKWA.
”Dan Dia
telah memberikan kepadamu (kePERLUanmu) dari SEGALA apa yang kamu MOHONkan
kepadanya. Dan jika kamu mengHITUNG NI’MAT Allah, TIDAKlah dapat kamu
mengHITUNGnya. Sesungguhnya MANUSIA itu, sangat ZHALIM dan sangat mengINGKARi
(ni`mat Allah).” (QS
Ibrahim : 34)
”Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mema`lumkan: "Sesungguhnya jika kamu berSYUKUR, pasti Kami akan menTAMBAH (ni`mat) kepadamu, dan jika kamu mengINGKARi (ni`mat-Ku), maka sesungguhnya ADZAB-Ku sangat PEDIH". (QS Ibrahim : 7)
Katakanlah: "Siapakah yang memberi RIZKI kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) penDENGARan dan pengLIHATan, dan siapakah yang mengKELUARkan yang HIDUP dari yang MATI dan mengKELUARkan yang MATI dari yang HIDUP dan siapakah yang mengATUR segala urusan?" Maka mereka akan menjawab: "Allah". Maka katakanlah: "MENGAPA kamu tidak berTAKWA (kepada-Nya)?" (QS Yunus : 31)
”Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mema`lumkan: "Sesungguhnya jika kamu berSYUKUR, pasti Kami akan menTAMBAH (ni`mat) kepadamu, dan jika kamu mengINGKARi (ni`mat-Ku), maka sesungguhnya ADZAB-Ku sangat PEDIH". (QS Ibrahim : 7)
Katakanlah: "Siapakah yang memberi RIZKI kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) penDENGARan dan pengLIHATan, dan siapakah yang mengKELUARkan yang HIDUP dari yang MATI dan mengKELUARkan yang MATI dari yang HIDUP dan siapakah yang mengATUR segala urusan?" Maka mereka akan menjawab: "Allah". Maka katakanlah: "MENGAPA kamu tidak berTAKWA (kepada-Nya)?" (QS Yunus : 31)
· 6.
BerIMAN bahwa semua keBAIKan "yang menimpa" kita berasal dari "sisi Allah" dan
keBURUKan "yang menimpa" kita adalah disebabkan diri kita sendiri (dari nafs
kita sendiri).
”Apa
saja NI’MAT yang kamu peroleh adalah DARIi Allah, dan apa saja BENCANA yang
menimpamu, maka DARI (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul
kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.” (QS An Nisa :
79)
” Boleh jadi kamu memBENCI sesuatu, padahal ia AMAT BAIK bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menSUKAi sesuatu, padahal ia AMAT BURUK bagimu; Allah MENGETAHUI, sedang kamu TIDAK MENGETAHUI. " (QS. Al Baqarah: 216)
” Boleh jadi kamu memBENCI sesuatu, padahal ia AMAT BAIK bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menSUKAi sesuatu, padahal ia AMAT BURUK bagimu; Allah MENGETAHUI, sedang kamu TIDAK MENGETAHUI. " (QS. Al Baqarah: 216)
· 7.
BerIMAN bahwa untuk masuk SURGA harus siap menerima UJIAN, dan BESARnya PAHALA
tergantung BESARnya UJIAN.
”Apakah
KAMU mengKIRA bahwa kamu akan MASUK SURGA ? Padahal belum datang kepadamu COBAAN
sebagaimana halnya orang-orang terDAHULU sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh
MALAPETAKA dan keSENGSARAan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan)
sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah
datangnya perTOLONGan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya perTOLONGan Allah itu AMAT
DEKAT.” (QS Al Baqarah :214)
Sa’ad bin Abi Waqqash berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah Saw, “Ya Rasulullah, siapakah orang yang PALING BERAT UJIAN dan COBAANnya?” Nabi Saw menjawab, “Para NABI kemudian yang MENIRU (menyerupai) mereka dan yang MENIRU (menyerupai) mereka. Seseorang diUJI menurut KADAR AGAMAnya. Kalau AGAMAnya TIPIS (lemah) dia diUJI sesuai dengan itu (RINGAN) dan bila IMANnya KOKOH dia diUJI sesuai itu (KERAS). Seorang diUJI terus-menerus sehingga dia berjalan di muka bumi BERSIH dari DOSA-DOSA. (HR. Bukhari)
”Seorang hamba memiliki suatu DERAJAT di surga. Ketika dia tidak dapat mencapainya dengan AMAL-AMAL keBAIKannya maka Allah mengUJI dan menCOBAnya agar dia menCAPAI derajat itu.” (HR. Ath-Thabrani)
”Apabila Aku mengUJI hamba-Ku dengan memBUTAkan keDUA MATAnya dan dia berSABAR maka Aku GANTI kedua matanya dengan SURGA. (HR. Ahmad)
”Salah seorang dari mereka lebih senang mengalami ujian dan cobaan daripada seorang dari kamu (senang) menerima pemberian.”(HR. Abu Ya’la)
Sa’ad bin Abi Waqqash berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah Saw, “Ya Rasulullah, siapakah orang yang PALING BERAT UJIAN dan COBAANnya?” Nabi Saw menjawab, “Para NABI kemudian yang MENIRU (menyerupai) mereka dan yang MENIRU (menyerupai) mereka. Seseorang diUJI menurut KADAR AGAMAnya. Kalau AGAMAnya TIPIS (lemah) dia diUJI sesuai dengan itu (RINGAN) dan bila IMANnya KOKOH dia diUJI sesuai itu (KERAS). Seorang diUJI terus-menerus sehingga dia berjalan di muka bumi BERSIH dari DOSA-DOSA. (HR. Bukhari)
”Seorang hamba memiliki suatu DERAJAT di surga. Ketika dia tidak dapat mencapainya dengan AMAL-AMAL keBAIKannya maka Allah mengUJI dan menCOBAnya agar dia menCAPAI derajat itu.” (HR. Ath-Thabrani)
”Apabila Aku mengUJI hamba-Ku dengan memBUTAkan keDUA MATAnya dan dia berSABAR maka Aku GANTI kedua matanya dengan SURGA. (HR. Ahmad)
”Salah seorang dari mereka lebih senang mengalami ujian dan cobaan daripada seorang dari kamu (senang) menerima pemberian.”(HR. Abu Ya’la)
· 8.
BerIMAN bahwa UJIAN adalah bentuk KASIH SAYANG Allah kepada Hambanya, karena
SURGA harus diperoleh dengan JIHAD (keSUNGGUHan) dan keSABARan.
"Barangsiapa
yang dikehendaki Allah dengan keBAIKan maka ditimpakan
UJIAN padanya.” (HR.
Bukhari)
“ Sesungguhnya Allah ‘Azza wajalla bila menCINTAi suatu kaum Allah mengUJI mereka. Barangsiapa bersabar maka baginya manfaat kesabarannya dan barangsiapa murka maka baginya murka Allah. (HR. Tirmidzi)
”Apakah kamu mengKIRA bahwa kamu akan MASUK SURGA? padahal belum NYATA bagi Allah orang-orang yang berJIHAD di antaramu, dan belum NYATA orang-orang yang SABAR.” (QS Ali ’Imran : 142)
“ Sesungguhnya Allah ‘Azza wajalla bila menCINTAi suatu kaum Allah mengUJI mereka. Barangsiapa bersabar maka baginya manfaat kesabarannya dan barangsiapa murka maka baginya murka Allah. (HR. Tirmidzi)
”Apakah kamu mengKIRA bahwa kamu akan MASUK SURGA? padahal belum NYATA bagi Allah orang-orang yang berJIHAD di antaramu, dan belum NYATA orang-orang yang SABAR.” (QS Ali ’Imran : 142)
· 9. BerIMAN
bahwa UJIAN dan COBAAN yang diterima akan mengHAPUS DOSA-DOSA.
“Tiada
seorang mukmin ditimpa RASA SAKIT, keLELAHan (kepayahan), diserang PENYAKIT atau
keSEDIHhan (keSUSAHan) sampai pun DURI yang menusuk (tubuhnya) kecuali dengan
itu Allah mengHAPUS DOSA-DOSAnya.” (HR.
Bukhari)
“Barangsiapa ditimpa musibah dalam hartanya atau pada dirinya lalu dirahasiakannya dan tidak dikeluhkannya kepada siapapun maka menjadi hak atas Allah untuk mengampuninya.” (HR. Ath-Thabrani)
10. BerIMAN bahwa UJIAN dan COBAAN adalah untuk menDEKATkan dirinya kepada Allah.
“Barangsiapa ditimpa musibah dalam hartanya atau pada dirinya lalu dirahasiakannya dan tidak dikeluhkannya kepada siapapun maka menjadi hak atas Allah untuk mengampuninya.” (HR. Ath-Thabrani)
10. BerIMAN bahwa UJIAN dan COBAAN adalah untuk menDEKATkan dirinya kepada Allah.
”Apabila
Allah menCINTAi hamba maka dia diUJI agar Allah menDENGAR perMOHONannya
(kerendahan dirinya).” (HR.
Al-Baihaqi)
· 11. BerIMAN
bahwa Allah mengUJI seorang hamba sesuai dengan keMAMPUannya.
”Allah
tidak memBEBANi seseorang melainkan SESUAI dengan keSANGGUPannya. Ia mendapat
pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari
kejahatan) yang dikerjakannya. ” (QS Al Baqarah : 286)
”Tidak semestinya seorang muslim mengHINA dirinya. Para sahabat bertanya, “Bagaimana mengHIHA dirinya itu, ya Rasulullah?” Nabi Saw menjawab, “MeLIBATkan diri dalam UJIAN dan COBAAN yang dia TAK TAHAN menderitanya.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
”Bukanlah dari (golongan) kami orang yang menampar-nampar pipinya dan merobek-robek bajunya apalagi berdoa dengan doa-doa jahiliyah.” (HR. Bukhari)
”Tidak semestinya seorang muslim mengHINA dirinya. Para sahabat bertanya, “Bagaimana mengHIHA dirinya itu, ya Rasulullah?” Nabi Saw menjawab, “MeLIBATkan diri dalam UJIAN dan COBAAN yang dia TAK TAHAN menderitanya.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
”Bukanlah dari (golongan) kami orang yang menampar-nampar pipinya dan merobek-robek bajunya apalagi berdoa dengan doa-doa jahiliyah.” (HR. Bukhari)
· 12. BerIMAN
bahwa Allah mengUJI manusia SEPERTI mengUJI keMURNIan EMAS.
”Allah
menguji hambaNya dengan menimpakan musibah sebagaimana seorang menguji kemurnian
emas dengan api (pembakaran). Ada yang ke luar emas murni. Itulah yang
dilindungi Allah dari keragu-raguan. Ada juga yang kurang dari itu (mutunya) dan
itulah yang selalu ragu. Ada yang ke luar seperti emas hitam dan itu yang memang
ditimpa fitnah (musibah).” (HR.
Ath-Thabrani)
· 13. BerIMAN
bahwa berSABAR, berSYUKUR, meMAAFkan, dan berISTIGHFAR adalah HIDAYAH dari
Allah.
”Barangsiapa
diUJI lalu berSABAR, diBERI lalu berSYUKUR, diZHALIMi lalu meMAAFkan dan
menZHALIMi lalu berISTIGHFAR maka bagi mereka keSELAMATan dan mereka tergolong
orang-orang yang memperoleh HIDAYAH.” (HR.
Al-Baihaqi)
· 14. BerIMAN
bahwa keBERKAHan Allah adalah bila kita RIDLO dengan semua NI’MAT yang Allah
berikan baik SEDIKIT atau BANYAK.
”Sesungguhnya
Allah Azza Wajalla mengUJI hambanya dalam RIZKI yang diberikan Allah kepadanya.
Kalau dia RIDLO dengan bagian yang diterimanya maka Allah akan memBERKAHinya dan
meLUASkan pemberianNya. Kalau dia TIDAK RIDLO dengan pemberianNya maka Allah
TIDAK AKAN memberinya BERKAH.”(HR. Ahmad)
Wallahu a'lam bi showab
Semoga Sahabat mendapatkan HIKMAH yang banyak..sekali lagi sahabat bahwa HIDUP ITU BUKAN SEPERTI APA YANG KTA INGINKAN MELAINKAN SEPERTI APA YANG KITA JALANI...
Sumber : http://akhiemuftie.blogspot.com/2011/07/cara-agar-bisa-sabar-dan-ikhlas.html
Wallahu a'lam bi showab
Semoga Sahabat mendapatkan HIKMAH yang banyak..sekali lagi sahabat bahwa HIDUP ITU BUKAN SEPERTI APA YANG KTA INGINKAN MELAINKAN SEPERTI APA YANG KITA JALANI...
Sumber : http://akhiemuftie.blogspot.com/2011/07/cara-agar-bisa-sabar-dan-ikhlas.html
